Woensdag 24 April 2013


PERANGKAT DAN KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah : Media Pembelajaran
Dosen Pengampu : Drs. H. Muslam, M. Ag. M. Pd.






Disusun oleh :
PGMI 2 B
Dawi Zulfa Amalia                                      : (123911041)
Dina Fitriyani                                               : (123911042)
Nailur Rohmah                                             : (123911073)
M. Dafid Khusnul Khotib                           : (123911063)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013
I.                  Pendahuluan
II.               Rumusan Makalah
A . Bagaimana perangkat dan klasifikasi media pembelajaran?
B. Apa macam-macam perangkat dan klasifikasi media pembelajaran?
C. Apa keunggulan dan kekurangan dari klasifikasi media pembelajaran?
III.           Pembahasan
A.   Bagaimana  perangkat dan klasifikasi media pembelajaran
Dalam suatu proses belajar-mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang akan disampaikan dapat di bantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat juga digunakan untuk mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat di konkretkan dengan kehadiran media.
Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem intruksional di samping pesan, orang, teknik latar dan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak (software) yang berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya di sajikan dengan mempergunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam khazanah pendidikan seperti ilmu cetak-mencetak, tingkah- laku (behaviorisme), komunikasi, dan laju perkembangan teknologi elektronik, media dalam perkembangannya memiliki beberapa jenis tampilan yaitu antara lain adalah (Radio, film, televisi,  computer, dst).
Ada beberapa pendapat mengenai ciri utama klasifikasi media pembelajaran, antara lain yaitu menurut Rudi Bretz (1977), menurutnya ada tiga unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak. Bentuk visual itu sendiri dibedakan lagi pada tiga bentuk, yaitu gambar visual, garis dan simbol. Disamping itu juga membedakan media siar dan media rekam. Dan masih banyak lagi pendapat-pendapat lainya



B.   Macam- macam perangkat dan klasifikasi
1.      Macam- macam perangkat

2.      Macam- macam klasifikasi media pembelajaran
Jenis media yang di manfaatkan dalam proses pembelajaran cukup beragam, mulai dari media yang sederhana, hingga pada media yang rumit dan canggih, berikut ini akan dipaparkan ragam media pembelajaran.
a.       Media Audio
Pengertian media audio untuk pengajaran, dimaksudkan sebagai bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara) baik verbal (ke dalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga terjadi proses belajar- mengajar.
Pengembangan media audio sama halnya dengan pengembangan media lainnya, yang secara garis besar meliputi kegiatan perencenaan, produksi, dan evakuasi.
Perencanaan meliputi kegitan-kegiatan penentuan tujuan, menganalisis keadaan sasaran, penenuan materi, format yang akan di dipergunakan daan penulisan skrip.
Produksi adalah kegiatan perekaman bahan, sehngga seluruh program yang telah direncanakan dapat direkam dalam pita suara atau piringan suara.
Evaluasi dimaksudkan sebagai kegiatan untuk menilai program, apakah program tersebut bisa dipakai atau perlu direvisi (disempurnakan) lagi.
 Terdapat jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio, antara lain: radio, alat perekam pita magnetik, pirngan hitam dan laboratorium bahasa.[1]

Ø  Radio
     Berkat kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, orang dapat mnciptakan radio. Radio merupaan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual. Dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio juga dapat di jadikan sebagai media pendidikan dan pengajaran yang cukup efektif. Oemar Hamalik (1985:125) “radio is a power full education tool; teacher can use it effectively at all aducational levels and in nearly all phase of education”
     Pendapat tersebut menunjukkan bahwa radio dapat merupakan alat pendidikan yang digunakan secra efektif untuk seluruh level dan pase pendidikan. [2]
Ø  Alat perekam pita magnetik
Kaset tape recorder adalah alat perekam yang menggunakan pita kaset. Pita tersebut digulung-gulung pada kumparan yang berada dalam kotak yang disebut kotak. Pita yang digunakan oleh cassete recorder itu adalah pita magnetik, berupa pita plastik yang tipis dan elastis. Satu sisi permukaanya berkilat, sedangkan permukaan lainnya kusam yang mengandung lapisan oksida besi yang magnetik. Kalau pita itu berjalan dan permukaanya yang kusam menyentuh puting perekam suara maka media magnetik mengatur partikel-partikel oksida besi yang terdapat pada permukaan pita tersebut sesuai pola suara yang direkam.
Alat perekam mempunyai 3 buah puting (head) yaitu:1. puting perekam (record head) untuk merekam suara, 2. Putng suara (play head) untuk menghasil suara, dan 3. Puting penghapus (erax head) untuk menghapus suara.[3]
Ø  Laboratorium bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melath siswa untuk mendengar dan dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang di siapkan sebelumnya. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri pada bilik akuistik dan kotak suara yang telah tersedia. Siswa atau mahasiswa mendengarkan suara guru atau suara radio cassete melalui headphone. Dengan jalan demikian siswa dapat dengan segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.
b.      Media Visual Dua Dimensi
Media visual dua dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diperoyeksikan dan terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Penggunaan media ini memerlukan aliran listrik untuk dapat menggerakkan pemakaanya. Ada beberapa jenis media visual dua dimensi antara lain 1) Overhead Proyector, 2) Slide, 3)Filmstrip, 4) Microfon, dan 5) Opaque.

Ø  Overhead proyector (OHP)
               OHP atau media transparansi adalah media proyeksi visual proyeksi yang dibuat di atas bahan transparan, sebagai perangkat lunak. Bahan transparan yang berisi pesan-pesan memerlukan alat proyeksi yang dinamakan Over Head Projector (OHP).
                 Transparansi yang diproyeksikan adalah visualisasi berupa huruf, lambang, gambar, grafik atau gabungannya, pada lembaran bahan tembus pandang atau plastik yang dipersiapkan untuk diproyeksikan ke sebuah layar atau dinding melalui sebuah proyektor. Kemampuan proyektor memperbesar gambar membuat media ini berguna untuk menyajikan informsi pada kelompok yang besar dan pada semua jaringan. OHP dirancang untuk dapat digunakan di depan kelas, sehingga guru selalu berhadapan atau menatap siswanya. Penataan letak layar dan proyeksi bayangan, sering menimbulkan layar yang berbentuk trapesium (keystone), sehingga sering mengganggu penampilan tayangan dan pandangan siswa, tetap hal itu dapat diatasi dengan memiringkan layar.[4]
Ø  Slide Dan Filmstrips
            Slide dan filmstrips merupakan media yang diproyeksikan, dapat dilihat dengan mudah oleh para siswa di kelas. Slide adalah sebuah gambar transparan yang diproyesikan oleh cahaya (schining light) melalui proyektor. Biasanya ukuran slide 2x2 atau 3x4 cm. Bahan yang digunakan untuk slide dapat berupa ; a) ecthed glass, dapat ditulis dengan tinta, tidak menyebar, dan dapat dibuat gambar pinggir yang bagus, dan dapat ditulis dengan pensil biasa, b) coated glass, di sini dapat dibuat gambar secara terperinci, bila digunakan tinta yang sesuai untuk itu, c) sensitised glass, biasa digunakan unuk slide, fotografi yang tidak dicetak.
             Operasi slide dapat pula disertakan suara (audio) ataupun tanpa suara. Atau animasi (dihidupkan) dengan menggunakan beberapa proyektor yang telah diprogram sedemikian rupa secara sinkron otomatis antara operasi disolve- nya, suara dan gambarnya, sehingga menimbulkan kesan hidup. Operasi seperti ini kebanyakan dipergunakan untuk keperluan suatu pertunjukkan atau penampilan yang menghendaki adanya suatu impresi dan apresiasi.
             Penggunaan filmstrips hampir sama dengan penggunaan slide. Perbedaanya dalam sistem mounting; slide dalam bentuk  Frame, sedangkan filmstrips dalam bentuk film beruntun yang disatukan antar gambar satu dengan gambar berikutnya. Dengan perbedaan ini mengakibatkan perbedaan dalam urutan pemtretanya. Pemotretan untuk slide bisa dilakukan secara acak, sedangkan untuk flamstris harus menurut urutan gambar yang telah ditetapkan dalam program.[5]
c.       Media Audio Visual Gerak
     Teknologi audio visual merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik, untuk menyajikan pesan-pesan audo dan visual. Media ini bisa berupa: film bersuara atau gambar hidup dan televisi.
1.      Film Bersuara
           Film sebagai media audio visual adalah film yang bersuara. Film yan di maksud di sini adalah film sebagai alat audio visual untuk pelajaran, penerangan atau penyuluhan. Banyak hal-hal yang dapat di jelaskan melalui film, antara lain tentang; proses yang terjadi dalam tubuh kita atau yang terjadi dalam suatu industri, keajaiban-keajaiban dalam alam, tatacara kehidupan di negara asing, berbagai industri dan pertambangan, mengajarkan sesuatu ketrampilan, sejarah kehidupan orang- orang besar dan sebagainya.  
2.      Televisi
Televisi adalah sistem elektronik yng mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara kedalam gelombang elektrik dan mengkonversinya kembali kedalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar. Pada zaman sekarang ini teleisi dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Ketika kita menyaksikan siaran peristiwa di suatu tempat, kita seakan-akan mengamati dan menjalani pengalaman kehidupan nyata. Kita dapat mendengar dan melihat, bahkan merasakaanya.[6]

d.      Media Grafis
Media grafis termasuk mdia visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan (reserve), dimana pesan dituangkan melalui lambang atau simbul komunikasi visual. Menurut Aref S. Sadiman (1986) simbol-simbol tersebut harus dipahami benar, artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efesien. Selain fungsi umum tersebut, secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak di grafiskan.

Media grafis mempunyai jenis yang bermacam- macam, beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut:
1.             Media Bagan (chart)
Media bagan atau chart adalah suatu meda pengajaran yang penyajianya secara diegramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lambang, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang. Pesan yang akan disampaikan bisanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan penting.
2.             Media Grafik
Merupaka gambar sederhana yang disusun menurut prinsip matematika, dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafis mengandung ide, objek, dan hal-hal yang dinyatakan dengan simbol dan disertai dengan keterangan-keterangan secara singkat.
3.            Media Diagram
Diagram merupakan susunan garis-garis dan menyerupai peta dari pada gambar. Diagram sering juga digunakan untuk meningkatkan letak bagian-bagian sebuah alat atau mesin serta hubungan satu bagian dengan bagian yang lain.

C.   Keunggulan Dan Kekurangan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu evektivitas proses pembelajaran  dan penyampaian pesan atau isi pelajaran pada saat itu. Di samping itu media pembelejaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, karna dapat membangkitkan minat siswa dalam belajar. Disini ada beberapa keunggulan dari penggunaan media pembelajaran antara lain:
1.      Madia Audio
Ada beberapa keunggulan dalam media audio ini diantaranya adalah pada radio dan alat perekam pita magnetik.
a.       Radio
·         Keunggulan media radio
1.      Dapat dipindahkan dari suatu ruangan keruangan lainya, karena radio tidak begitu berat dan bisa dibawa tatkala mengadakan rakreasi atau perjalanan yand jauh
2.      Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak didik; dengan ada nya rangsangan dari telinga maka anak didik dimungkinkan berimajinasi secara bebas dan mendalam, misalnya dalam mendengarkan drama diradio, maka anak didik akan hanyut dalam situasi yang diwarnainya.
3.      Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar, karena sambil mendengarkan radio pendengar dapat menulis hal-hal yang penting dari program yang didengarnya; misalnya menyanyi dan menari.
4.      Radio dapat mengatasi ruang dan waktu, mempunyai jangakauan yang sangat luas dan dapat dihadirkan ke dalam kelas, misalnya mengetahui hasl-hasil perbandingan, atau hasil pemungutan suara dalam pemilu dan sebagainya.
5.      Mendorong kreativitas anak didik; misalnya dalam bidang musik, drama, sajak dan sebagainya. Anak-anak dapat mendengarkan berbagai kreasi orang lain, hal ini juga akan menimbulkan atau mempengaruhi daya kreativitasnya sendiri.
·         Kekurangan radio
1.      Sifat komunikasi radio hanya satu arah. Disini hanya ada yang memberi dan menerima. Radio adalah pihak yang memberi sedangkan audien adalah pihak yang menerima. Kalau terjadi informasi yang tidak jelas audien tidak mungkin menayakan secara langsung kepada pembawa acara, karena pada radio hanya ada satu jalur komunikasi.
2.      Radio dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sering menimbulkan kesulitan, disebabkan pangaturan jadwal yang kurang tepat, atau belum terjalin komunikasi antara pembuat program dan guru-guru di kelas

b.      Perekam Pita Magnetik
·         Keunggulan perkam pita magnetik
·         Kekurangan perekam pita magnetik



[1]  Nana Sudjana, Ahmad Rivai, media pengajaran, (Bnandung: percetakan sinar baru offset, 1997) hlm. 129
[2]  Asnawi, Basyirudin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002) hlm. 83
[3]  Ibid hlm. 90
[4] Cecep Kustandi, Bambang Sutjipto, Media Pembelajaran,(Bogor: Ghalia Indonesia, 2011) hlm. 71
[5]Opcit , Nana Sudjana, Ahmad Rivai hlm. 115
[6] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: fajar interpratama offset, 2000) hlm.50

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking