REVIEW BUKU “STUDI ISLAM KONTEMPORER”
Karya: M. Rikza
Chamami, MSI
Diresum guna
memenuhi tugas
Mata kuliyah :
Pendidikan Studi Islam
Dosen pengampu :
M. Rikza Chamami

Disusun oleh : PGMI 2 B
Nailur Rohmah : (123911073)
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI WALISONG
SEMARANG
2013
REVIEW BUKU STUDI ISLAM KONTEMPORER
Oleh : Nailur Rohmah (123911073)
Judul Buku : Studi Islam Kontemporer
Penulis : M. Rikza Chamami, MSI
Penerbit : Pustaka Rizki Putra
Tahu Terbit : 2012
Tebal Buku : 236 Halaman
Harga Buku : Rp 25.000,00
PENDAHULUAN
Studi islam
menjadi sangat penting baik di kalangan umat muslim maupun non muslim, sebuah
fakta bahwa sejarah islam pada masa lalu pernah mengukir peradaban dunia yang
sangat besar, pada masa lalu islam juga mengukir kejayaan dalam pendidikan
sastra dan lain- lain. Untuk mengetahui islam kita perlu memahami suatu
pandangan-pandangan tertentu mengenai islam, dibuku ini penulis telah banyak
menjelaskan berbagai pandangan mengenai islam contohnya, islam dilihat dari
sudut pandang normatif, historis, filosofis dan rasional
PASANG SURUT
KEBANGKITAN KEBUDAYAAN DAN KEILMUAN: POTRET DISINTEGRASI ABBASIYAH
Dapat disimpulkan,
bahwa disintegrasi ditandai dengan : pertama, munculnya dinasti-dinasti
kecil di barat maupun timur bagdad yang berusaha melepaskan diri atau meminta
otonomi, kedua, perebutan kekuasaan oleh dinasti buwaiyah dari persia
dan saljuk dari turki di bagdad, dan telah menjadikan fungsi dari khilafah
seperti boneka, dan yang ketiga yaitu munculnya perang salib antara pasukan
Islam dengan pasukan salib Eropa.
Munculnya
disintegrasi ini dapat berimplikasi pada kehancuran konsolidasi politik dan
niatan untuk melakukan ekspansi. Begitu pula sektor-sektor yang lain yang juga
ikut mengalami gangguan contohnya pendidikan, budaya, ekonomi, politik dan
lain-lain. Dan ini akan berpengaruh pada pasang surutnya kebangkitan budaya dan
keilmuan.
KAJIAN
KRITIS DIALEKTIKA FENOMENOLOGI DAN ISLAM
Agama islam itu
berasal dari Tuhan dan tidak mungkin untuk diketahui eksistensi riilnya tanpa
keberanian untuk mencarinya. Mencari otentik islam itu dibutuhkan keberanian
dengan pendekatan studi agama. Adapun pendekatan yang mampu membedah wujud
islam adalah pendekatan fenomenologi. Dan dari uraian didalam buku tersebut dapat
disimpulkan bahwa kesadaran (subyek) dengan realitas (obyek) ini Husserl
menjelaskan melalui konsep intesionalitas. Yaitu realitas obyek tidak bisa
dipahami dengan berdiri sendiri; ia selalu lengket dengan subyek. Contohnya
sebuah agama. Realitas agama ini tergantung pada subyeak yang melihatnya (kiai,
pendeta, penguasa, cendekiawan, dsb) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
subyek memahami realitas sesuai dengan kepentingannya, sehingga obyek agama
dalam hal ini realitasnya tidak murni lagi. Dan untuk mendapatkan obyek yang
murni yaitu dengan cara fenomenologi.
Fenomenologi
adalah suatu kejadian yang dapat diamati dengan indra,. Dalam fenomenologi
memperhatikan benda-benda yang kongkrit, bukan dalam arti yang ada dalam
kehidupan kita sehri-hari tetapi dengan menggunakan struktur yang pokok dari
benda-benda tersebut, yaitu yang dapat kita rasakan dalam kesadaran kita.
Karena kesadaran kita adalah suatu ukuran dari pengalaman.
FILSAFAT
MATERIALISME KARL MARK DAN FRIEDRICK ENGELS
Dapat disimpulkan
bahwa filsuf yang menggagas materialisme dialetik dan historis adalah mark dan engel. Sedangkan arti dari
materialisme adalah sistem yang meyakini materi adalah hal yang mutlak dan
menolak semua hal selain materi. Pendapat ini berakar dari dari kebudayan kuno,
pendapat ini telah meluas dan diterima dengan baik pada abad 19, dan sistem ini
menjadi terkenal dalam bentuk paham materialisme dialetik.
Mereka berdua juga
aseorang aktifis komunis dan penggagas manifesto komunis, yang menyatakan bahwa
agama merupakan teori umum tentang dua dunia. Agama merealisasikan inti manusia
dengan cara fanatis karena inti manusia itu belum memiliki realitas yang nyata.
SKEPTISME
OTENTITAS HADITS: KRITIK ORIENTALIS IGNAZ GOLDZIHER
Pemahaman hadits
sebagaiman lazimnya belum dilakukan oleh semua orang. Mungkin kaum muslimin
sendiri banyak yang mempunyai pemahan dan keyakinan secara uniform. Dan ada
juga kalangan diluar islam yang masih meragukan hadits sebagai sabda Nabi yang
bersifat suci, mereka memahami hadits sebagai rekayasa kelompok tertentu dan dari
uraian didalam buku ini dapat disimpulkan bahwa penulis juga masih menunggu
saran-saran yang membangun dari semua pihak. Sedangkan kongklusi dari
improvisasi kritik hadits ini adalah:
1.
Goldziher
adalah seorang orientalis ahli tafsir dan hadits yang berasal dari hongaria
kebangsaan Jerman. Dia adalah seorang orientalis dan juga sebagai kritikus
hadits, ia juga mengatakan bahwa hadits bukanlah pernyataan yang murni dari
Nabi dan ia juga menyatakan bahwa hadits adalah hasil dari perkembangan politik
dan kemasrakatan abad I dan II hijriyah.
2.
Dalam
rangka membuat kritik hadits dia juga masih memilah antara hadits dan sunnah,
ia menyatakan bahwa hadits adalah suatu disiplin ilmu teoritis dan sunnah
adalah kopendium aturan-aturan praksis, dan satu-satunya sifat adalah keduanya
berakar turun temurun.
TELAAH SOSIO KULTURAL : MANHAJ AHLUL MADINAH
Hukum islam
dianggap hukum yang paling sakral bagi pemeluknya, karena didalamnya mencakup
tugas-tugas yang datang dari Allah dan diajibkan bagi semua orang islam dan
semua aspek kehidupan mereka. Pada kenyataannya para ulama islam dalam menggali
dan menarik kesimpulan hukum-hukum islam dari sumbernya yang utama yaitu al-
Qur’an dan Hadits.
Permasalahan-permasalahan
yang timbul dalam ishtimbat hukum merupakan masalah yang sangat penting
untuk dikaji. Hal itu dikarenakan begitu banyak para ulama yang berbeda
pendapat dalam menetapkan suatu hukum islam. Perbedaan ini tidak hanya terjadi
sekarang tetapi sudah sejak zaman sepeninggalan Nabi Muhammad SAW karena hanya
beliaulah yang dapat langsung menyatakan kepada Allah hal-hal yang kurang
jelas. Tetapi sepeninggalan beliau tidak ada lagi yang dijadikan petunjuk
secara benar dan pasti.
Para sahabat Nabi
berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk menjawab segala permasalahan yang
timbul, dan pada akhirnya menimbulkan banyak perbedaan, itu dikarenakan
pemikiran manusia yang berbeda-beda, dan perbedaan tersebut berlangsung hingga
sekarang sehingga melahirkan banyak mahdzab. Dua mahdzab besar dalam hukum
islam adalah ahlul hadits (berorientasi pada Al-Qur’an dan hadits dan juga atsar)
dan ahlul ra’yi (lebih menggunakan akal fikiran dalam berijtihad) kelompok ini
lebih mendahulukan akal fikiran.
POSTMODERNISME:
REALITAS FILSAFAT KONTEMPORER
Postmodern adalah
merupakan respon keras modernisasi. Dan keoptimisan terhadap budaya barat juga
di ikuti kekecewaan terhadap media masa barat yang lebih banyak memusuhi bangsa
timur. Apapun yang hendak ditolak pascamodern adalah setiap gaya berfikir yang
menotalkan diri dan berlagak universal. Modernisme adalah salah satu contoh
utamanya, yang memandang realitas sebagai keutuhan yang tertata dan berpusat
pada prinsip rasionalitas.
Post modernisme
identik dengan dua hal yaitu:
1.
Post
modernisme dinilai sebagai keadaan sejarah setelah zaman modern.
2.
Post
modernisme dipandang sebagai gerakan intelektual yang mencoba menggugat, bahkan
mendekonstruksi pemikiran sebelumnya yang berkembang dalam bingkai pemikiran
paradigma modern. Kegagalan modernisme itu telah melahirkan gerakan
postmodernisme yang mendekontrusi pemikiran modernisme. Dan gerakan ini telah
merambah ke berbagai bidang kehidupan, termasuk seni, ilmu filsafat dan
pendidikan.
Maka dari dari itu post modernisme atau postmo menjadi trend filsafat saat
ini yang masih sering didiskusikan oleh semua kalangan.
POTRET METODE DAN
CORAK TAFSIR AL-AZHAR
Agama sangat
membutuhkan tafsir untuk memudahkan umat memahami isi dari Al-Qur’an dan Al-Hadits agar tidak salah
dalam memahami isinya dan tidak menjadi orang-orang yang tersesat. Dan
keterangan dari buku ini dapat disimpulkan bahwa:
1.
Hamka
adalah seorang pemikir muslim progresif dan tokoh Muhammadiyah yang rela
berkorban dalam memperjuangkan islam hingga pada akhirnya dia dipenjara. Namun
masuknya dia dipenjara tidak lantas menjadi hambatan baginya untuk berkarya,
justru pada saat didalam penjara tersebut beliau menyelesaikan penulisan Tafsir
Al- Az-har.
2.
Tafsir
Al-Azhar adalah salah satu tafsir karya warga indonesia yang dirujuk atau
dianut dari Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abdu dan Rasyid Ridla.
3.
Melihat
ciri khas yang ada dalam tafsir karya Hamka tersebut tampak metode tahlili
(analisis) bergaya tertib mushaf dan corak kombinasi al-Adabi
al-Ijtima’i-Sufi.
Dari penafsiran
Hamka tersebut dapat di simpulkan bahwa meskipun hanya digunakan satu metode tafsir
analistis, namun tidak menutup kemungkinan bagi mufassir untu berkreasi untuk
menghasilkan corak-corak tafsir yang berfariasi apakah itu umum ataupun
kombinasi dan sebagainya. Jadi penerapan satu metode tidak akan mengekang
pemikiran seorang mufassir.
DISKURSUS METODE
HERMENEUTIKA AL-QUR’AN
Al-qur’an adalah
kitab suci, dimana kita membacanya termasuk ibadah dan Al-qur’an juga dijaga ke
sahihanya. Dan salah satu cara mencari kandungan maknanya yaitu dengan metode
hermeneutika. Dan hermeneutika itu sendiri berarti menafsirkan atau menjelaskan.
Bisa disimpulkan
baha orang yang memahami hermeneutka sama seperti ilmu tafsir yang bersifat
filosofis dan mencoba membeberkan makna secara ditail. Hermeneutika juga bisa
diartikan sebagai metode untuk membedah kandungan makna ayat Allah agar menjadi
lebih mudah dipahami dan kontekstual karena Al-qur’an bersifat global.
JAWA DAN TRADISI
ISLAM PENAFSIRAN HISTORIOGRAFI JAWA MARK R WOODWARD
Mark R. Woodard, seorang
profesor islam dan Agama-agama Asia Tenggara di Arizona State University
merupakan sosok yang sangat tegas menyatakan bahwa islam jawa adalah islam, ia
bukan Hindu atau Hindu-Budha, sebagaimana dituduhkan oleh Geertz dan sejarawan
antropolog lainya. Menurutnya islam adalah unik, bukan karena ia memperhatikan
aspek-aspek budaya dan agama pra islam, tetapi karena konsep sufi mengenai
kewalian, jalan mistik dan kesempurnaan manusia diterapkan dalam formulasi
suatu kultus keraton.
Salah satu cirinya yang
dikatakan oleh Mark adalah kecepatan dan kedalamannya mempenetrasa masyarakat
Hindhu-Budha yang paling maju. Mark juga sangat kritis terhadap karya Geertz.
Mencari titik temu antara agama islam dan kebudayaan jawa menyimpan
kekhawatiran laten akan berkurangnya otentitas dan kemurnian ajaran agama itu.
Masalah lain adalah perlunya mencari jalan keluar bagaimana bisa membangun
suatu praktik keagamaan yang terbuka, egaliterian, namun tidak mengorbankan
otentisitas suatu agama.
REINTERPRETASI
PROFIL PERADABAN ISLAM
Peradaban dan
perubahan merupakan dua peristiwa yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain
karena manusia merupakan pelaku utama kegiatan untuk membangun peradaban itu. Dan
dari pembahan dalam isi buku dapat disimpulkan bahwa daerah yg sudah disebutkan
adalah daerah yang kaya budaya dan peradapan. Di sana ditemukan peninggalan
orang islam yaitu pada masa dinasti-dinasti terdahulu berupa tempat ibadah,
perpustakaan, bangunan istana dan tempat-tempat sosial. Disanalah gudangnya
para ilmuwan muslim yang tesohor dengan penemuanya, seperti al-Farabi, Ibnu
Sina, al Razi, Ibnu Rusyd, al- Ghozali dan masih banyak lagi.
Namun karena
kelengahan umat islam, dinasti-dinasti itupun akhirnya runtuh, dimulai sejak
runtuhnya dinasti abbasiyah kejayaan pengetahuan akhirnya bipegang oleh bangsa
barat. Dari pengalaman sejarah ini, islam harus berjuang lebih keras lagi untuk
mengembalikan kejayaan islam yang dulu pernah dirah para cendekiwannya, dengan
banyak membaca dan menimba ilmu pengetahuan supaya umat islam tidak dipandang
sebelah mata oleh bangsa Barat.
Kemampuan untuk
merekonsiliasi diri secara kreatif dan cerdas dengan berbagai tantangan
perubahan global tersebut akan menciptakan bentuk peradaban islam yang
progresif, liberatif, dan toleran. Agama yang terlahir dari komunitas muslim
yang percaya diri dan terbuka terhadap setiap kemungkinan perubahan, akan
menciptakan peradaban yang bersifat progresif dan terbuka.
KELEBIHAN BUKU;
1.
Judul
buku menarik dan sesuai dengan isi buku
2.
Menjelaskan
topik secara jelas dan terperinci juga mencantumkan kesimpulan disetiap bab
KEKURANGAN BUKU;
1.
Bahasanya
telalu sulit dan banyak menggunakan bahasa asing
2.
Kesalahan
dalam pengetikan
