Sondag 23 Junie 2013


REVIEW  BUKU “STUDI ISLAM KONTEMPORER”
Karya: M. Rikza Chamami, MSI
Diresum guna memenuhi tugas
Mata kuliyah : Pendidikan Studi Islam
Dosen pengampu : M. Rikza Chamami

Logo-IAIN-Walisongo-Semarang.jpg
                                                           
Disusun oleh : PGMI 2 B
Nailur Rohmah            : (123911073)




FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONG
SEMARANG
2013
REVIEW BUKU STUDI ISLAM KONTEMPORER
Oleh    : Nailur Rohmah (123911073)
Judul Buku : Studi Islam Kontemporer
Penulis : M. Rikza Chamami, MSI
Penerbit : Pustaka Rizki Putra
Tahu Terbit : 2012
Tebal Buku : 236 Halaman
Harga Buku : Rp 25.000,00
PENDAHULUAN
Studi islam menjadi sangat penting baik di kalangan umat muslim maupun non muslim, sebuah fakta bahwa sejarah islam pada masa lalu pernah mengukir peradaban dunia yang sangat besar, pada masa lalu islam juga mengukir kejayaan dalam pendidikan sastra dan lain- lain. Untuk mengetahui islam kita perlu memahami suatu pandangan-pandangan tertentu mengenai islam, dibuku ini penulis telah banyak menjelaskan berbagai pandangan mengenai islam contohnya, islam dilihat dari sudut pandang normatif, historis, filosofis dan rasional
PASANG SURUT KEBANGKITAN KEBUDAYAAN DAN KEILMUAN: POTRET DISINTEGRASI ABBASIYAH
Dapat disimpulkan, bahwa disintegrasi ditandai dengan : pertama, munculnya dinasti-dinasti kecil di barat maupun timur bagdad yang berusaha melepaskan diri atau meminta otonomi, kedua, perebutan kekuasaan oleh dinasti buwaiyah dari persia dan saljuk dari turki di bagdad, dan telah menjadikan fungsi dari khilafah seperti boneka, dan yang ketiga yaitu munculnya perang salib antara pasukan Islam dengan pasukan salib Eropa.
Munculnya disintegrasi ini dapat berimplikasi pada kehancuran konsolidasi politik dan niatan untuk melakukan ekspansi. Begitu pula sektor-sektor yang lain yang juga ikut mengalami gangguan contohnya pendidikan, budaya, ekonomi, politik dan lain-lain. Dan ini akan berpengaruh pada pasang surutnya kebangkitan budaya dan keilmuan.
KAJIAN KRITIS DIALEKTIKA FENOMENOLOGI DAN ISLAM
Agama islam itu berasal dari Tuhan dan tidak mungkin untuk diketahui eksistensi riilnya tanpa keberanian untuk mencarinya. Mencari otentik islam itu dibutuhkan keberanian dengan pendekatan studi agama. Adapun pendekatan yang mampu membedah wujud islam adalah pendekatan fenomenologi. Dan dari uraian didalam buku tersebut dapat disimpulkan bahwa kesadaran (subyek) dengan realitas (obyek) ini Husserl menjelaskan melalui konsep intesionalitas. Yaitu realitas obyek tidak bisa dipahami dengan berdiri sendiri; ia selalu lengket dengan subyek. Contohnya sebuah agama. Realitas agama ini tergantung pada subyeak yang melihatnya (kiai, pendeta, penguasa, cendekiawan, dsb) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa subyek memahami realitas sesuai dengan kepentingannya, sehingga obyek agama dalam hal ini realitasnya tidak murni lagi. Dan untuk mendapatkan obyek yang murni yaitu dengan cara fenomenologi.
Fenomenologi adalah suatu kejadian yang dapat diamati dengan indra,. Dalam fenomenologi memperhatikan benda-benda yang kongkrit, bukan dalam arti yang ada dalam kehidupan kita sehri-hari tetapi dengan menggunakan struktur yang pokok dari benda-benda tersebut, yaitu yang dapat kita rasakan dalam kesadaran kita. Karena kesadaran kita adalah suatu ukuran dari pengalaman.
FILSAFAT MATERIALISME KARL MARK DAN FRIEDRICK ENGELS
Dapat disimpulkan bahwa filsuf yang menggagas materialisme dialetik dan historis  adalah mark dan engel. Sedangkan arti dari materialisme adalah sistem yang meyakini materi adalah hal yang mutlak dan menolak semua hal selain materi. Pendapat ini berakar dari dari kebudayan kuno, pendapat ini telah meluas dan diterima dengan baik pada abad 19, dan sistem ini menjadi terkenal dalam bentuk paham materialisme dialetik.
Mereka berdua juga aseorang aktifis komunis dan penggagas manifesto komunis, yang menyatakan bahwa agama merupakan teori umum tentang dua dunia. Agama merealisasikan inti manusia dengan cara fanatis karena inti manusia itu belum memiliki realitas yang nyata.
SKEPTISME OTENTITAS HADITS: KRITIK ORIENTALIS IGNAZ GOLDZIHER
Pemahaman hadits sebagaiman lazimnya belum dilakukan oleh semua orang. Mungkin kaum muslimin sendiri banyak yang mempunyai pemahan dan keyakinan secara uniform. Dan ada juga kalangan diluar islam yang masih meragukan hadits sebagai sabda Nabi yang bersifat suci, mereka memahami hadits sebagai rekayasa kelompok tertentu dan dari uraian didalam buku ini dapat disimpulkan bahwa penulis juga masih menunggu saran-saran yang membangun dari semua pihak. Sedangkan kongklusi dari improvisasi kritik hadits ini adalah:
1.      Goldziher adalah seorang orientalis ahli tafsir dan hadits yang berasal dari hongaria kebangsaan Jerman. Dia adalah seorang orientalis dan juga sebagai kritikus hadits, ia juga mengatakan bahwa hadits bukanlah pernyataan yang murni dari Nabi dan ia juga menyatakan bahwa hadits adalah hasil dari perkembangan politik dan kemasrakatan abad I dan II hijriyah.
2.      Dalam rangka membuat kritik hadits dia juga masih memilah antara hadits dan sunnah, ia menyatakan bahwa hadits adalah suatu disiplin ilmu teoritis dan sunnah adalah kopendium aturan-aturan praksis, dan satu-satunya sifat adalah keduanya berakar turun temurun.

TELAAH SOSIO KULTURAL : MANHAJ AHLUL MADINAH
Hukum islam dianggap hukum yang paling sakral bagi pemeluknya, karena didalamnya mencakup tugas-tugas yang datang dari Allah dan diajibkan bagi semua orang islam dan semua aspek kehidupan mereka. Pada kenyataannya para ulama islam dalam menggali dan menarik kesimpulan hukum-hukum islam dari sumbernya yang utama yaitu al- Qur’an dan Hadits.
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam ishtimbat hukum merupakan masalah yang sangat penting untuk dikaji. Hal itu dikarenakan begitu banyak para ulama yang berbeda pendapat dalam menetapkan suatu hukum islam. Perbedaan ini tidak hanya terjadi sekarang tetapi sudah sejak zaman sepeninggalan Nabi Muhammad SAW karena hanya beliaulah yang dapat langsung menyatakan kepada Allah hal-hal yang kurang jelas. Tetapi sepeninggalan beliau tidak ada lagi yang dijadikan petunjuk secara benar dan pasti.
Para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk menjawab segala permasalahan yang timbul, dan pada akhirnya menimbulkan banyak perbedaan, itu dikarenakan pemikiran manusia yang berbeda-beda, dan perbedaan tersebut berlangsung hingga sekarang sehingga melahirkan banyak mahdzab. Dua mahdzab besar dalam hukum islam adalah ahlul hadits (berorientasi pada Al-Qur’an dan hadits dan juga atsar) dan ahlul ra’yi (lebih menggunakan akal fikiran dalam berijtihad) kelompok ini lebih mendahulukan akal fikiran.
POSTMODERNISME: REALITAS FILSAFAT KONTEMPORER
Postmodern adalah merupakan respon keras modernisasi. Dan keoptimisan terhadap budaya barat juga di ikuti kekecewaan terhadap media masa barat yang lebih banyak memusuhi bangsa timur. Apapun yang hendak ditolak pascamodern adalah setiap gaya berfikir yang menotalkan diri dan berlagak universal. Modernisme adalah salah satu contoh utamanya, yang memandang realitas sebagai keutuhan yang tertata dan berpusat pada prinsip rasionalitas.
Post modernisme identik dengan dua hal yaitu:
1.      Post modernisme dinilai sebagai keadaan sejarah setelah zaman modern.
2.      Post modernisme dipandang sebagai gerakan intelektual yang mencoba menggugat, bahkan mendekonstruksi pemikiran sebelumnya yang berkembang dalam bingkai pemikiran paradigma modern. Kegagalan modernisme itu telah melahirkan gerakan postmodernisme yang mendekontrusi pemikiran modernisme. Dan gerakan ini telah merambah ke berbagai bidang kehidupan, termasuk seni, ilmu filsafat dan pendidikan.
Maka dari dari itu post modernisme atau postmo menjadi trend filsafat saat ini yang masih sering didiskusikan oleh semua kalangan.

POTRET METODE DAN CORAK TAFSIR AL-AZHAR
Agama sangat membutuhkan tafsir untuk memudahkan umat memahami isi  dari Al-Qur’an dan Al-Hadits agar tidak salah dalam memahami isinya dan tidak menjadi orang-orang yang tersesat. Dan keterangan dari buku ini dapat disimpulkan bahwa:
1.      Hamka adalah seorang pemikir muslim progresif dan tokoh Muhammadiyah yang rela berkorban dalam memperjuangkan islam hingga pada akhirnya dia dipenjara. Namun masuknya dia dipenjara tidak lantas menjadi hambatan baginya untuk berkarya, justru pada saat didalam penjara tersebut beliau menyelesaikan penulisan Tafsir Al- Az-har.
2.      Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir karya warga indonesia yang dirujuk atau dianut dari Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abdu dan Rasyid Ridla.
3.      Melihat ciri khas yang ada dalam tafsir karya Hamka tersebut tampak metode tahlili (analisis) bergaya tertib mushaf dan corak kombinasi al-Adabi al-Ijtima’i-Sufi.
Dari penafsiran Hamka tersebut dapat di simpulkan bahwa meskipun hanya digunakan satu metode tafsir analistis, namun tidak menutup kemungkinan bagi mufassir untu berkreasi untuk menghasilkan corak-corak tafsir yang berfariasi apakah itu umum ataupun kombinasi dan sebagainya. Jadi penerapan satu metode tidak akan mengekang pemikiran seorang mufassir.
DISKURSUS METODE HERMENEUTIKA AL-QUR’AN
Al-qur’an adalah kitab suci, dimana kita membacanya termasuk ibadah dan Al-qur’an juga dijaga ke sahihanya. Dan salah satu cara mencari kandungan maknanya yaitu dengan metode hermeneutika. Dan hermeneutika itu sendiri berarti menafsirkan atau menjelaskan.
Bisa disimpulkan baha orang yang memahami hermeneutka sama seperti ilmu tafsir yang bersifat filosofis dan mencoba membeberkan makna secara ditail. Hermeneutika juga bisa diartikan sebagai metode untuk membedah kandungan makna ayat Allah agar menjadi lebih mudah dipahami dan kontekstual karena Al-qur’an bersifat global.
JAWA DAN TRADISI ISLAM PENAFSIRAN HISTORIOGRAFI JAWA MARK R WOODWARD
            Mark R. Woodard, seorang profesor islam dan Agama-agama Asia Tenggara di Arizona State University merupakan sosok yang sangat tegas menyatakan bahwa islam jawa adalah islam, ia bukan Hindu atau Hindu-Budha, sebagaimana dituduhkan oleh Geertz dan sejarawan antropolog lainya. Menurutnya islam adalah unik, bukan karena ia memperhatikan aspek-aspek budaya dan agama pra islam, tetapi karena konsep sufi mengenai kewalian, jalan mistik dan kesempurnaan manusia diterapkan dalam formulasi suatu kultus keraton.
            Salah satu cirinya yang dikatakan oleh Mark adalah kecepatan dan kedalamannya mempenetrasa masyarakat Hindhu-Budha yang paling maju. Mark juga sangat kritis terhadap karya Geertz. Mencari titik temu antara agama islam dan kebudayaan jawa menyimpan kekhawatiran laten akan berkurangnya otentitas dan kemurnian ajaran agama itu. Masalah lain adalah perlunya mencari jalan keluar bagaimana bisa membangun suatu praktik keagamaan yang terbuka, egaliterian, namun tidak mengorbankan otentisitas suatu agama.
REINTERPRETASI PROFIL PERADABAN ISLAM
Peradaban dan perubahan merupakan dua peristiwa yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena manusia merupakan pelaku utama kegiatan untuk membangun peradaban itu. Dan dari pembahan dalam isi buku dapat disimpulkan bahwa daerah yg sudah disebutkan adalah daerah yang kaya budaya dan peradapan. Di sana ditemukan peninggalan orang islam yaitu pada masa dinasti-dinasti terdahulu berupa tempat ibadah, perpustakaan, bangunan istana dan tempat-tempat sosial. Disanalah gudangnya para ilmuwan muslim yang tesohor dengan penemuanya, seperti al-Farabi, Ibnu Sina, al Razi, Ibnu Rusyd, al- Ghozali dan masih banyak lagi.
Namun karena kelengahan umat islam, dinasti-dinasti itupun akhirnya runtuh, dimulai sejak runtuhnya dinasti abbasiyah kejayaan pengetahuan akhirnya bipegang oleh bangsa barat. Dari pengalaman sejarah ini, islam harus berjuang lebih keras lagi untuk mengembalikan kejayaan islam yang dulu pernah dirah para cendekiwannya, dengan banyak membaca dan menimba ilmu pengetahuan supaya umat islam tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa Barat.
Kemampuan untuk merekonsiliasi diri secara kreatif dan cerdas dengan berbagai tantangan perubahan global tersebut akan menciptakan bentuk peradaban islam yang progresif, liberatif, dan toleran. Agama yang terlahir dari komunitas muslim yang percaya diri dan terbuka terhadap setiap kemungkinan perubahan, akan menciptakan peradaban yang bersifat progresif dan terbuka.   
KELEBIHAN BUKU;
1.      Judul buku menarik dan sesuai dengan isi buku
2.      Menjelaskan topik secara jelas dan terperinci juga mencantumkan kesimpulan disetiap bab
KEKURANGAN BUKU;
1.      Bahasanya telalu sulit dan banyak menggunakan bahasa asing
2.      Kesalahan dalam pengetikan

Maandag 17 Junie 2013


RESUMAN BUKU “STUDI ISLAM KONTEMPORER”
Karya: M. Rikza Chamami, MSI
Diresum guna memenuhi tugas
Mata kuliyah : Pendidikan Studi Islam
Dosen pengampu : M. Rikza Chamami

Logo-IAIN-Walisongo-Semarang.jpg
                                                           
Disusun oleh : PGMI 2 B
Nailur Rohmah            : (123911073)




FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONG
SEMARANG
2013
PASANG SURUT KEBANGKITAN KEBUDAYAAN DAN KEILMUAN: POTRET DISINTEGRASI ABBASIYAH
Dapat disimpulkan, bahwa disintegrasi ditandai dengan : pertama, munculnya dinasti-dinasti kecil di barat maupun timur bagdad yang berusaha melepaskan diri atau meminta otonomi, kedua, perebutan kekuasaan oleh dinasti buwaiyah dari persia dan saljuk dari turki di bagdad, dan telah menjadikan fungsi dari khilafah seperti boneka, dan yang ketiga yaitu munculnya perang salib antara pasukan Islam dengan pasukan salib Eropa.
Munculnya disintegrasi ini dapat berimplikasi pada kehancuran konsolidasi politik dan niatan untuk melakukan ekspansi. Begitu pula sektor-sektor yang lain yang juga ikut mengalami gangguan contohnya pendidikan, budaya, ekonomi, politik dan lain-lain. Dan ini akan berpengaruh pada pasang surutnya kebangkitan budaya dan keilmuan.
KAJIAN KRITIS DIALEKTIKA FENOMENOLOGI DAN ISLAM
Agama islam itu berasal dari Tuhan dan tidak mungkin untuk diketahui eksistensi riilnya tanpa keberanian untuk mencarinya. Mencari otentik islam itu dibutuhkan keberanian dengan pendekatan studi agama. Adapun pendekatan yang mampu membedah wujud islam adalah pendekatan fenomenologi. Dan dari uraian didalam buku tersebut dapat disimpulkan bahwa kesadaran (subyek) dengan realitas (obyek) ini Husserl menjelaskan melalui konsep intesionalitas. Yaitu realitas obyek tidak bisa dipahami dengan berdiri sendiri; ia selalu lengket dengan subyek. Contohnya sebuah agama. Realitas agama ini tergantung pada subyeak yang melihatnya (kiai, pendeta, penguasa, cendekiawan, dsb) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa subyek memahami realitas sesuai dengan kepentingannya, sehingga obyek agama dalam hal ini realitasnya tidak murni lagi. Dan untuk mendapatkan obyek yang murni yaitu dengan cara fenomenologi.
Fenomenologi adalah suatu kejadian yang dapat diamati dengan indra,. Dalam fenomenologi memperhatikan benda-benda yang kongkrit, bukan dalam arti yang ada dalam kehidupan kita sehri-hari tetapi dengan menggunakan struktur yang pokok dari benda-benda tersebut, yaitu yang dapat kita rasakan dalam kesadaran kita. Karena kesadaran kita adalah suatu ukuran dari pengalaman.
FILSAFAT MATERIALISME KARL MARK DAN FRIEDRICK ENGELS
Dapat disimpulkan bahwa filsuf yang menggagas materialisme dialetik dan historis  adalah mark dan engel. Sedangkan arti dari materialisme adalah sistem yang meyakini materi adalah hal yang mutlak dan menolak semua hal selain materi. Pendapat ini berakar dari dari kebudayan kuno, pendapat ini telah meluas dan diterima dengan baik pada abad 19, dan sistem ini menjadi terkenal dalam bentuk paham materialisme dialetik.
Mereka berdua juga aseorang aktifis komunis dan penggagas manifesto komunis, yang menyatakan bahwa agama merupakan teori umum tentang dua dunia. Agama merealisasikan inti manusia dengan cara fanatis karena inti manusia itu belum memiliki realitas yang nyata.
SKEPTISME OTENTITAS HADITS: KRITIK ORIENTALIS IGNAZ GOLDZIHER
Pemahaman hadits sebagaiman lazimnya belum dilakukan oleh semua orang. Mungkin kaum muslimin sendiri banyak yang mempunyai pemahan dan keyakinan secara uniform. Dan ada juga kalangan diluar islam yang masih meragukan hadits sebagai sabda Nabi yang bersifat suci, mereka memahami hadits sebagai rekayasa kelompok tertentu dan dari uraian didalam buku ini dapat disimpulkan bahwa penulis juga masih menunggu saran-saran yang membangun dari semua pihak. Sedangkan kongklusi dari improvisasi kritik hadits ini adalah:
1.      Goldziher adalah seorang orientalis ahli tafsir dan hadits yang berasal dari hongaria kebangsaan Jerman. Dia adalah seorang orientalis dan juga sebagai kritikus hadits, ia juga mengatakan bahwa hadits bukanlah pernyataan yang murni dari Nabi dan ia juga menyatakan bahwa hadits adalah hasil dari perkembangan politik dan kemasrakatan abad I dan II hijriyah.
2.      Dalam rangka membuat kritik hadits dia juga masih memilah antara hadits dan sunnah, ia menyatakan bahwa hadits adalah suatu disiplin ilmu teoritis dan sunnah adalah kopendium aturan-aturan praksis, dan satu-satunya sifat adalah keduanya berakar turun temurun.

TELAAH SOSIO KULTURAL : MANHAJ AHLUL MADINAH
Hukum islam dianggap hukum yang paling sakral bagi pemeluknya, karena didalamnya mencakup tugas-tugas yang datang dari Allah dan diajibkan bagi semua orang islam dan semua aspek kehidupan mereka. Pada kenyataannya para ulama islam dalam menggali dan menarik kesimpulan hukum-hukum islam dari sumbernya yang utama yaitu al- Qur’an dan Hadits.
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam ishtimbat hukum merupakan masalah yang sangat penting untuk dikaji. Hal itu dikarenakan begitu banyak para ulama yang berbeda pendapat dalam menetapkan suatu hukum islam. Perbedaan ini tidak hanya terjadi sekarang tetapi sudah sejak zaman sepeninggalan Nabi Muhammad SAW karena hanya beliaulah yang dapat langsung menyatakan kepada Allah hal-hal yang kurang jelas. Tetapi sepeninggalan beliau tidak ada lagi yang dijadikan petunjuk secara benar dan pasti.
Para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk menjawab segala permasalahan yang timbul, dan pada akhirnya menimbulkan banyak perbedaan, itu dikarenakan pemikiran manusia yang berbeda-beda, dan perbedaan tersebut berlangsung hingga sekarang sehingga melahirkan banyak mahdzab. Dua mahdzab besar dalam hukum islam adalah ahlul hadits (berorientasi pada Al-Qur’an dan hadits dan juga atsar) dan ahlul ra’yi (lebih menggunakan akal fikiran dalam berijtihad) kelompok ini lebih mendahulukan akal fikiran.
POSTMODERNISME: REALITAS FILSAFAT KONTEMPORER
Postmodern adalah merupakan respon keras modernisasi. Dan keoptimisan terhadap budaya barat juga di ikuti kekecewaan terhadap media masa barat yang lebih banyak memusuhi bangsa timur. Apapun yang hendak ditolak pascamodern adalah setiap gaya berfikir yang menotalkan diri dan berlagak universal. Modernisme adalah salah satu contoh utamanya, yang memandang realitas sebagai keutuhan yang tertata dan berpusat pada prinsip rasionalitas.
Post modernisme identik dengan dua hal yaitu:
1.      Post modernisme dinilai sebagai keadaan sejarah setelah zaman modern.
2.      Post modernisme dipandang sebagai gerakan intelektual yang mencoba menggugat, bahkan mendekonstruksi pemikiran sebelumnya yang berkembang dalam bingkai pemikiran paradigma modern. Kegagalan modernisme itu telah melahirkan gerakan postmodernisme yang mendekontrusi pemikiran modernisme. Dan gerakan ini telah merambah ke berbagai bidang kehidupan, termasuk seni, ilmu filsafat dan pendidikan.
Maka dari dari itu post modernisme atau postmo menjadi trend filsafat saat ini yang masih sering didiskusikan oleh semua kalangan.

POTRET METODE DAN CORAK TAFSIR AL-AZHAR
Agama sangat membutuhkan tafsir untuk memudahkan umat memahami isi  dari Al-Qur’an dan Al-Hadits agar tidak salah dalam memahami isinya dan tidak menjadi orang-orang yang tersesat. Dan keterangan dari buku ini dapat disimpulkan bahwa:
1.      Hamka adalah seorang pemikir muslim progresif dan tokoh Muhammadiyah yang rela berkorban dalam memperjuangkan islam hingga pada akhirnya dia dipenjara. Namun masuknya dia dipenjara tidak lantas menjadi hambatan baginya untuk berkarya, justru pada saat didalam penjara tersebut beliau menyelesaikan penulisan Tafsir Al- Az-har.
2.      Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir karya warga indonesia yang dirujuk atau dianut dari Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abdu dan Rasyid Ridla.
3.      Melihat ciri khas yang ada dalam tafsir karya Hamka tersebut tampak metode tahlili (analisis) bergaya tertib mushaf dan corak kombinasi al-Adabi al-Ijtima’i-Sufi.
Dari penafsiran Hamka tersebut dapat di simpulkan bahwa meskipun hanya digunakan satu metode tafsir analistis, namun tidak menutup kemungkinan bagi mufassir untu berkreasi untuk menghasilkan corak-corak tafsir yang berfariasi apakah itu umum ataupun kombinasi dan sebagainya. Jadi penerapan satu metode tidak akan mengekang pemikiran seorang mufassir.
DISKURSUS METODE HERMENEUTIKA AL-QUR’AN
Al-qur’an adalah kitab suci, dimana kita membacanya termasuk ibadah dan Al-qur’an juga dijaga ke sahihanya. Dan salah satu cara mencari kandungan maknanya yaitu dengan metode hermeneutika. Dan hermeneutika itu sendiri berarti menafsirkan atau menjelaskan.
Bisa disimpulkan baha orang yang memahami hermeneutka sama seperti ilmu tafsir yang bersifat filosofis dan mencoba membeberkan makna secara ditail. Hermeneutika juga bisa diartikan sebagai metode untuk membedah kandungan makna ayat Allah agar menjadi lebih mudah dipahami dan kontekstual karena Al-qur’an bersifat global.
JAWA DAN TRADISI ISLAM PENAFSIRAN HISTORIOGRAFI JAWA MARK R WOODWARD
            Mark R. Woodard, seorang profesor islam dan Agama-agama Asia Tenggara di Arizona State University merupakan sosok yang sangat tegas menyatakan bahwa islam jawa adalah islam, ia bukan Hindu atau Hindu-Budha, sebagaimana dituduhkan oleh Geertz dan sejarawan antropolog lainya. Menurutnya islam adalah unik, bukan karena ia memperhatikan aspek-aspek budaya dan agama pra islam, tetapi karena konsep sufi mengenai kewalian, jalan mistik dan kesempurnaan manusia diterapkan dalam formulasi suatu kultus keraton.
            Salah satu cirinya yang dikatakan oleh Mark adalah kecepatan dan kedalamannya mempenetrasa masyarakat Hindhu-Budha yang paling maju. Mark juga sangat kritis terhadap karya Geertz. Mencari titik temu antara agama islam dan kebudayaan jawa menyimpan kekhawatiran laten akan berkurangnya otentitas dan kemurnian ajaran agama itu. Masalah lain adalah perlunya mencari jalan keluar bagaimana bisa membangun suatu praktik keagamaan yang terbuka, egaliterian, namun tidak mengorbankan otentisitas suatu agama.
REINTERPRETASI PROFIL PERADABAN ISLAM
Peradaban dan perubahan merupakan dua peristiwa yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena manusia merupakan pelaku utama kegiatan untuk membangun peradaban itu. Dan dari pembahan dalam isi buku dapat disimpulkan bahwa daerah yg sudah disebutkan adalah daerah yang kaya budaya dan peradapan. Di sana ditemukan peninggalan orang islam yaitu pada masa dinasti-dinasti terdahulu berupa tempat ibadah, perpustakaan, bangunan istana dan tempat-tempat sosial. Disanalah gudangnya para ilmuwan muslim yang tesohor dengan penemuanya, seperti al-Farabi, Ibnu Sina, al Razi, Ibnu Rusyd, al- Ghozali dan masih banyak lagi.
Namun karena kelengahan umat islam, dinasti-dinasti itupun akhirnya runtuh, dimulai sejak runtuhnya dinasti abbasiyah kejayaan pengetahuan akhirnya bipegang oleh bangsa barat. Dari pengalaman sejarah ini, islam harus berjuang lebih keras lagi untuk mengembalikan kejayaan islam yang dulu pernah dirah para cendekiwannya, dengan banyak membaca dan menimba ilmu pengetahuan supaya umat islam tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa Barat.
Kemampuan untuk merekonsiliasi diri secara kreatif dan cerdas dengan berbagai tantangan perubahan global tersebut akan menciptakan bentuk peradaban islam yang progresif, liberatif, dan toleran. Agama yang terlahir dari komunitas muslim yang percaya diri dan terbuka terhadap setiap kemungkinan perubahan, akan menciptakan peradaban yang bersifat progresif dan terbuka.