RESUMAN BUKU “STUDI ISLAM KONTEMPORER”
Karya: M. Rikza Chamami, MSI
Diresum guna memenuhi tugas
Mata kuliyah : Pendidikan Studi Islam
Dosen pengampu : M. Rikza Chamami

Disusun oleh : PGMI 2 B
Nailur Rohmah : (123911073)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONG
SEMARANG
2013
PASANG SURUT KEBANGKITAN KEBUDAYAAN DAN
KEILMUAN: POTRET DISINTEGRASI ABBASIYAH
Dapat disimpulkan, bahwa disintegrasi
ditandai dengan : pertama, munculnya dinasti-dinasti kecil di barat
maupun timur bagdad yang berusaha melepaskan diri atau meminta otonomi, kedua,
perebutan kekuasaan oleh dinasti buwaiyah dari persia dan saljuk dari turki
di bagdad, dan telah menjadikan fungsi dari khilafah seperti boneka, dan yang ketiga
yaitu munculnya perang salib antara pasukan Islam dengan pasukan salib Eropa.
Munculnya disintegrasi ini dapat
berimplikasi pada kehancuran konsolidasi politik dan niatan untuk melakukan
ekspansi. Begitu pula sektor-sektor yang lain yang juga ikut mengalami gangguan
contohnya pendidikan, budaya, ekonomi, politik dan lain-lain. Dan ini akan
berpengaruh pada pasang surutnya kebangkitan budaya dan keilmuan.
KAJIAN KRITIS
DIALEKTIKA FENOMENOLOGI DAN ISLAM
Agama islam itu berasal dari Tuhan dan
tidak mungkin untuk diketahui eksistensi riilnya tanpa keberanian untuk
mencarinya. Mencari otentik islam itu dibutuhkan keberanian dengan pendekatan
studi agama. Adapun pendekatan yang mampu membedah wujud islam adalah
pendekatan fenomenologi. Dan dari uraian didalam buku tersebut dapat
disimpulkan bahwa kesadaran (subyek) dengan realitas (obyek) ini Husserl
menjelaskan melalui konsep intesionalitas. Yaitu realitas obyek tidak bisa
dipahami dengan berdiri sendiri; ia selalu lengket dengan subyek. Contohnya
sebuah agama. Realitas agama ini tergantung pada subyeak yang melihatnya (kiai,
pendeta, penguasa, cendekiawan, dsb) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
subyek memahami realitas sesuai dengan kepentingannya, sehingga obyek agama
dalam hal ini realitasnya tidak murni lagi. Dan untuk mendapatkan obyek yang
murni yaitu dengan cara fenomenologi.
Fenomenologi adalah suatu kejadian yang
dapat diamati dengan indra,. Dalam fenomenologi memperhatikan benda-benda yang
kongkrit, bukan dalam arti yang ada dalam kehidupan kita sehri-hari tetapi dengan
menggunakan struktur yang pokok dari benda-benda tersebut, yaitu yang dapat
kita rasakan dalam kesadaran kita. Karena kesadaran kita adalah suatu ukuran
dari pengalaman.
FILSAFAT
MATERIALISME KARL MARK DAN FRIEDRICK ENGELS
Dapat disimpulkan bahwa filsuf yang
menggagas materialisme dialetik dan historis
adalah mark dan engel. Sedangkan arti dari materialisme adalah sistem
yang meyakini materi adalah hal yang mutlak dan menolak semua hal selain
materi. Pendapat ini berakar dari dari kebudayan kuno, pendapat ini telah
meluas dan diterima dengan baik pada abad 19, dan sistem ini menjadi terkenal
dalam bentuk paham materialisme dialetik.
Mereka berdua juga aseorang aktifis
komunis dan penggagas manifesto komunis, yang menyatakan bahwa agama merupakan
teori umum tentang dua dunia. Agama merealisasikan inti manusia dengan cara
fanatis karena inti manusia itu belum memiliki realitas yang nyata.
SKEPTISME
OTENTITAS HADITS: KRITIK ORIENTALIS IGNAZ GOLDZIHER
Pemahaman hadits sebagaiman lazimnya
belum dilakukan oleh semua orang. Mungkin kaum muslimin sendiri banyak yang
mempunyai pemahan dan keyakinan secara uniform. Dan ada juga kalangan diluar
islam yang masih meragukan hadits sebagai sabda Nabi yang bersifat suci, mereka
memahami hadits sebagai rekayasa kelompok tertentu dan dari uraian didalam buku
ini dapat disimpulkan bahwa penulis juga masih menunggu saran-saran yang
membangun dari semua pihak. Sedangkan kongklusi dari improvisasi kritik hadits
ini adalah:
1.
Goldziher
adalah seorang orientalis ahli tafsir dan hadits yang berasal dari hongaria
kebangsaan Jerman. Dia adalah seorang orientalis dan juga sebagai kritikus
hadits, ia juga mengatakan bahwa hadits bukanlah pernyataan yang murni dari
Nabi dan ia juga menyatakan bahwa hadits adalah hasil dari perkembangan politik
dan kemasrakatan abad I dan II hijriyah.
2.
Dalam
rangka membuat kritik hadits dia juga masih memilah antara hadits dan sunnah,
ia menyatakan bahwa hadits adalah suatu disiplin ilmu teoritis dan sunnah
adalah kopendium aturan-aturan praksis, dan satu-satunya sifat adalah keduanya
berakar turun temurun.
TELAAH SOSIO KULTURAL : MANHAJ AHLUL MADINAH
Hukum islam dianggap hukum yang paling
sakral bagi pemeluknya, karena didalamnya mencakup tugas-tugas yang datang dari
Allah dan diajibkan bagi semua orang islam dan semua aspek kehidupan mereka.
Pada kenyataannya para ulama islam dalam menggali dan menarik kesimpulan
hukum-hukum islam dari sumbernya yang utama yaitu al- Qur’an dan Hadits.
Permasalahan-permasalahan yang timbul
dalam ishtimbat hukum merupakan masalah yang sangat penting untuk
dikaji. Hal itu dikarenakan begitu banyak para ulama yang berbeda pendapat
dalam menetapkan suatu hukum islam. Perbedaan ini tidak hanya terjadi sekarang
tetapi sudah sejak zaman sepeninggalan Nabi Muhammad SAW karena hanya beliaulah
yang dapat langsung menyatakan kepada Allah hal-hal yang kurang jelas. Tetapi
sepeninggalan beliau tidak ada lagi yang dijadikan petunjuk secara benar dan
pasti.
Para sahabat Nabi berusaha sekuat
tenaga dan pikiran untuk menjawab segala permasalahan yang timbul, dan pada
akhirnya menimbulkan banyak perbedaan, itu dikarenakan pemikiran manusia yang
berbeda-beda, dan perbedaan tersebut berlangsung hingga sekarang sehingga
melahirkan banyak mahdzab. Dua mahdzab besar dalam hukum islam adalah ahlul
hadits (berorientasi pada Al-Qur’an dan hadits dan juga atsar) dan ahlul ra’yi
(lebih menggunakan akal fikiran dalam berijtihad) kelompok ini lebih
mendahulukan akal fikiran.
POSTMODERNISME: REALITAS FILSAFAT
KONTEMPORER
Postmodern adalah merupakan respon
keras modernisasi. Dan keoptimisan terhadap budaya barat juga di ikuti
kekecewaan terhadap media masa barat yang lebih banyak memusuhi bangsa timur.
Apapun yang hendak ditolak pascamodern adalah setiap gaya berfikir yang
menotalkan diri dan berlagak universal. Modernisme adalah salah satu contoh
utamanya, yang memandang realitas sebagai keutuhan yang tertata dan berpusat
pada prinsip rasionalitas.
Post modernisme identik dengan dua hal
yaitu:
1.
Post
modernisme dinilai sebagai keadaan sejarah setelah zaman modern.
2.
Post
modernisme dipandang sebagai gerakan intelektual yang mencoba menggugat, bahkan
mendekonstruksi pemikiran sebelumnya yang berkembang dalam bingkai pemikiran
paradigma modern. Kegagalan modernisme itu telah melahirkan gerakan
postmodernisme yang mendekontrusi pemikiran modernisme. Dan gerakan ini telah
merambah ke berbagai bidang kehidupan, termasuk seni, ilmu filsafat dan
pendidikan.
Maka dari dari itu post modernisme atau postmo menjadi trend filsafat saat
ini yang masih sering didiskusikan oleh semua kalangan.
POTRET METODE DAN CORAK TAFSIR AL-AZHAR
Agama sangat membutuhkan tafsir untuk
memudahkan umat memahami isi dari
Al-Qur’an dan Al-Hadits agar tidak salah dalam memahami isinya dan tidak
menjadi orang-orang yang tersesat. Dan keterangan dari buku ini dapat
disimpulkan bahwa:
1.
Hamka
adalah seorang pemikir muslim progresif dan tokoh Muhammadiyah yang rela
berkorban dalam memperjuangkan islam hingga pada akhirnya dia dipenjara. Namun
masuknya dia dipenjara tidak lantas menjadi hambatan baginya untuk berkarya,
justru pada saat didalam penjara tersebut beliau menyelesaikan penulisan Tafsir
Al- Az-har.
2.
Tafsir
Al-Azhar adalah salah satu tafsir karya warga indonesia yang dirujuk atau
dianut dari Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abdu dan Rasyid Ridla.
3.
Melihat
ciri khas yang ada dalam tafsir karya Hamka tersebut tampak metode tahlili
(analisis) bergaya tertib mushaf dan corak kombinasi al-Adabi
al-Ijtima’i-Sufi.
Dari penafsiran Hamka tersebut dapat di
simpulkan bahwa meskipun hanya digunakan satu metode tafsir analistis, namun
tidak menutup kemungkinan bagi mufassir untu berkreasi untuk menghasilkan
corak-corak tafsir yang berfariasi apakah itu umum ataupun kombinasi dan
sebagainya. Jadi penerapan satu metode tidak akan mengekang pemikiran seorang
mufassir.
DISKURSUS METODE HERMENEUTIKA AL-QUR’AN
Al-qur’an adalah kitab suci, dimana
kita membacanya termasuk ibadah dan Al-qur’an juga dijaga ke sahihanya. Dan
salah satu cara mencari kandungan maknanya yaitu dengan metode hermeneutika.
Dan hermeneutika itu sendiri berarti menafsirkan atau menjelaskan.
Bisa disimpulkan baha orang yang
memahami hermeneutka sama seperti ilmu tafsir yang bersifat filosofis dan
mencoba membeberkan makna secara ditail. Hermeneutika juga bisa diartikan
sebagai metode untuk membedah kandungan makna ayat Allah agar menjadi lebih
mudah dipahami dan kontekstual karena Al-qur’an bersifat global.
JAWA DAN TRADISI ISLAM PENAFSIRAN
HISTORIOGRAFI JAWA MARK R WOODWARD
Mark R. Woodard, seorang
profesor islam dan Agama-agama Asia Tenggara di Arizona State University
merupakan sosok yang sangat tegas menyatakan bahwa islam jawa adalah islam, ia
bukan Hindu atau Hindu-Budha, sebagaimana dituduhkan oleh Geertz dan sejarawan
antropolog lainya. Menurutnya islam adalah unik, bukan karena ia memperhatikan
aspek-aspek budaya dan agama pra islam, tetapi karena konsep sufi mengenai
kewalian, jalan mistik dan kesempurnaan manusia diterapkan dalam formulasi
suatu kultus keraton.
Salah satu cirinya yang
dikatakan oleh Mark adalah kecepatan dan kedalamannya mempenetrasa masyarakat
Hindhu-Budha yang paling maju. Mark juga sangat kritis terhadap karya Geertz.
Mencari titik temu antara agama islam dan kebudayaan jawa menyimpan
kekhawatiran laten akan berkurangnya otentitas dan kemurnian ajaran agama itu.
Masalah lain adalah perlunya mencari jalan keluar bagaimana bisa membangun
suatu praktik keagamaan yang terbuka, egaliterian, namun tidak mengorbankan
otentisitas suatu agama.
REINTERPRETASI PROFIL PERADABAN ISLAM
Peradaban dan perubahan merupakan dua
peristiwa yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena manusia merupakan
pelaku utama kegiatan untuk membangun peradaban itu. Dan dari pembahan dalam
isi buku dapat disimpulkan bahwa daerah yg sudah disebutkan adalah daerah yang
kaya budaya dan peradapan. Di sana ditemukan peninggalan orang islam yaitu pada
masa dinasti-dinasti terdahulu berupa tempat ibadah, perpustakaan, bangunan
istana dan tempat-tempat sosial. Disanalah gudangnya para ilmuwan muslim yang
tesohor dengan penemuanya, seperti al-Farabi, Ibnu Sina, al Razi, Ibnu Rusyd,
al- Ghozali dan masih banyak lagi.
Namun karena kelengahan umat islam,
dinasti-dinasti itupun akhirnya runtuh, dimulai sejak runtuhnya dinasti abbasiyah
kejayaan pengetahuan akhirnya bipegang oleh bangsa barat. Dari pengalaman
sejarah ini, islam harus berjuang lebih keras lagi untuk mengembalikan kejayaan
islam yang dulu pernah dirah para cendekiwannya, dengan banyak membaca dan
menimba ilmu pengetahuan supaya umat islam tidak dipandang sebelah mata oleh
bangsa Barat.
Kemampuan untuk merekonsiliasi diri
secara kreatif dan cerdas dengan berbagai tantangan perubahan global tersebut
akan menciptakan bentuk peradaban islam yang progresif, liberatif, dan toleran.
Agama yang terlahir dari komunitas muslim yang percaya diri dan terbuka
terhadap setiap kemungkinan perubahan, akan menciptakan peradaban yang bersifat
progresif dan terbuka.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking